“Pengalaman Organisasi dan Kompetensi Jadi Modal Besar”: Kisah Muhammad Akmal Farizi, Mahasiswa STIE Y.A.I yang Lolos Program

“Pengalaman Organisasi dan Kompetensi Jadi Modal Besar”: Kisah Muhammad Akmal Farizi, Mahasiswa STIE Y.A.I yang Lolos Program

“Pengalaman Organisasi dan Kompetensi Jadi Modal Besar”: Kisah Muhammad Akmal Farizi, Mahasiswa STIE Y.A.I yang Lolos Program Magang MAGENTA BUMN


Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi STIE Y.A.I. Muhammad Akmal Farizi, mahasiswa semester 8, berhasil lolos program magang MAGENTA BUMN dan saat ini menjalani magang di PT Kimia Farma Diagnostika.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa konsistensi akademik, pengalaman organisasi, serta pengembangan skill dapat membuka peluang karier yang lebih luas bagi mahasiswa.

Aku saat ini sedang menyusun skripsi dan juga menjalani magang di salah satu BUMN, yaitu di PT Kimia Farma Diagnostika,” ujar Akmal.

Aktif Berorganisasi Sejak Semester Awal

Selama menjalani perkuliahan di STIE Y.A.I, Akmal mengaku aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi kampus. Ia memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mengembangkan kemampuan leadership, pengelolaan acara, hingga pengelolaan keuangan organisasi.

Semester 3 sampai semester 6 aku aktif organisasi. Dari situ aku belajar banyak hal, mulai dari handling people, mengelola event, sampai kontrol budget dan verifikasi data,” jelasnya.

Selain aktif di organisasi kampus, Akmal juga berupaya menjaga konsistensi akademiknya sejak awal kuliah.

Aku mengupayakan supaya IPK tetap di atas 3,5,” tambahnya.

Tertarik Magang BUMN karena Peluang Karier Menjanjikan

Ketertarikan Akmal mengikuti program MAGENTA BUMN berawal dari keinginannya membangun karier profesional di perusahaan milik negara. Menurutnya, program magang BUMN memiliki nilai prestisius sekaligus membuka peluang kerja di masa depan.

Magang BUMN merupakan peluang karier yang menjanjikan karena peserta magang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kontrak kerja apabila memiliki performa yang baik,” ungkapnya.

Ia mengetahui informasi program MAGENTA BUMN melalui media sosial dan hasil pencarian terkait program magang sejak semester 6.

Proses Seleksi MAGENTA BUMN

Dalam wawancara tersebut, Akmal juga membagikan pengalaman proses seleksi MAGENTA BUMN yang dijalaninya hingga dinyatakan lolos.

Tahapan pertama yang harus dilalui adalah seleksi administrasi, seperti pengumpulan CV, transkrip nilai, surat rekomendasi kampus, KTM, hingga portofolio pendukung.

Setelah lolos administrasi, Akmal menjalani tahap wawancara langsung dengan user dari divisi yang membutuhkan kandidat.

Aku fokus menyampaikan skill dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang aku apply, yaitu Revenue Assurance yang berkaitan dengan verifikasi data dan kontrol pendapatan,” jelasnya.

Pengalaman Organisasi Jadi Nilai Tambah

Menurut Akmal, pengalaman organisasi menjadi salah satu faktor penting yang membantu dirinya lolos seleksi magang di BUMN.

Saat aktif di Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA), ia terlibat dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dana, verifikasi transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan kegiatan.

Hal tersebut dinilai relevan dengan posisi magang yang dijalaninya saat ini di bidang Finance and Accounting.

Aku menonjolkan pengalaman terkait kontrol budget dan verifikasi data karena memang sesuai dengan posisi yang aku lamar,” katanya.

Dukungan Dosen dan Kampus STIE Y.A.I

Akmal juga menyampaikan bahwa dukungan dosen dan pihak kampus memiliki peran penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan dirinya.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan untuk memimpin organisasi mahasiswa menjadi titik awal yang membentuk arah kariernya.

Ketika dipercaya menjadi ketua organisasi, aku belajar banyak hal terkait teknis dan non-teknis dalam penyelenggaraan acara, pengelolaan dana, dan kepemimpinan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dosen serta pimpinan kampus yang selama ini memberikan arahan dan motivasi selama dirinya aktif di organisasi maupun kegiatan akademik.

Harapan Setelah Lolos Magang BUMN

Melalui program magang MAGENTA BUMN, Akmal berharap dapat terus meningkatkan kemampuan profesional dan memperkuat portofolionya.

Untuk jangka pendek, aku ingin meng-upgrade skill dan portofolio. Untuk jangka panjang, aku berharap bisa berkarier di BUMN,” ungkapnya.

Selain itu, sebagai mahasiswa penerima KIP-K, Akmal juga memanfaatkan bantuan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi diri melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi.

Salah satu hal yang paling bermanfaat adalah menggunakan uang saku KIP-K untuk mengikuti sertifikasi dan pelatihan skill seperti Microsoft Excel,” katanya.

Pesan untuk Mahasiswa yang Ingin Magang di BUMN

Di akhir wawancara, Akmal memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti program magang BUMN agar fokus meningkatkan kompetensi terlebih dahulu sebelum mempercantik CV.

Menurut aku, CV yang bagus harus didasari oleh kompetensi. Jadi yang paling penting adalah upgrade skill dulu, terutama skill teknis seperti Microsoft Excel,” pesannya.

Keberhasilan Muhammad Akmal Farizi menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa kerja keras, pengalaman organisasi, serta pengembangan skill dapat menjadi modal penting untuk meraih peluang karier di dunia profesional, termasuk di lingkungan BUMN.

Share:

Tags: Muhammad Akmal Farizi,mahasiswa STIE YAI,magang MAGENTA BUMN,magang PT Kimia Farma Diagnostika,mahasiswa Akuntansi STIE YAI,tips lolos magang BUMN,pengalaman organisasi mahasiswa,kompetensi mahasiswa,program MAGENTA BUMN 2026,magang BUMN mahasiswa,kisah i